• Tentang Pondok Pesantren Alkhoirot

    Pondok Pesantren Al-Khoirot (Alkhoirot) Karangsuko Pagelaran adalah Pondok Pesantren yang sejak lama mempunyai misi untuk mendidik dan mengembangkan pengetahuan santri di bidang ilmu agama, hal ini berlangsung sejak didirikan sampai pada saat ini. Seiring dengan perkembangan zaman, terdapat tuntutan dari masyarakat untuk menyelenggarakan pendidikan formal yang alumnusnya diakui oleh pemerintah dan dapat melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi.

  • Penerimaan Siswi Baru MA. Al-Khoirot Putri 2011/2012

    Pengumuman Penerimaan Siswi Baru MA Al-Khoirot Putri 2011/2012 Persyaratan Pendaftaran Pada tahun pelajaran 2011/2012, Madrasah Aliyah Al-Khoirot Putri menerima pendaftaran siswi baru dengan ketentuan sebagai berikut : 1. Menyerahkan foto copy ijazah SMP/MTs/sederajat yang telah dilegalisir sebanyak 2 lembar. 2. Menyerahkan Surat Tanda Lulus (STL) asli. 3. Menyerahkan foto copy Surat Tanda Lulus (STL) yang telah dilegalisir sebanyak 2 lembar. 4. Menyerahkan Pas foto terbaru 3 x 4 dan 2 x 3 masing-masing 4 lembar...

  • Penerimaan Siswa Baru MA. Al-Khoirot 2014/2015

    Persyaratan Pendaftaran Pada tahun pelajaran 2011-2012, Madrasah Aliyah Al-Khoirot menerima pendaftaran siswi baru dengan ketentuan sebagai berikut : 1. Menyerahkan foto copy ijazah SMP/MTs/sederajat yang telah dilegalisir sebanyak 2 lembar. 2. Menyerahkan Surat Tanda Lulus (STL) asli. 3. Menyerahkan foto copy Surat Tanda Lulus (STL) yang telah dilegalisir sebanyak 2 lembar. 4. Menyerahkan Pas foto terbaru 3 x 4 dan 2 x 3 masing-masing 4 lembar. 5. Mengisi formulir pendaftaran dan membayar uang pendaftaran sebesar Rp 25.000,-. 6. Mengikuti tes seleksi dengan ujian meliputi : ...

  • Tentang Madrasah Aliyah

    Madrasah Aliyah (disingkat MA) adalah jenjang dasar pada pendidikan formal di Indonesia, setara dengan sekolah menengah pertama, yang pengelolaannya dilakukan oleh Departemen Agama. Pendidikan madrasah Aliyah ditempuh dalam waktu 3 tahun, mulai dari kelas 7 sampai kelas 9. Murid kelas 9 diwajibkan mengikuti Ujian Nasional (dahulu Ebtanas) yang mempengaruhi kelulusan siswa.

  • Visi MA. Al-Khoirot

    Visi Madrasah "Membentuk siswa yang berkwaitas dalam bidang Imtaq dan Iptek serta memenuhi standar pendidikan nasional tertinggi" Misi Madrasah Mengembangkan kurikulum sesuai dengan perkembangan zaman dan dengan memadukan kurikulum Nasional dengan kurikulum Internasional. Tujuan Madrasah Menyiapkan siswa agar mampu mengembangkan potensinya sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan tekhnologi, budaya yang dijiwai ajaran Islam. ...

Tujuan

"Menyiapkan siswa agar mampu mengembangkan potensinya sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan tekhnologi, budaya yang dijiwai ajaran Islam. b. Menyiapkan siswa untuk mempunyai keterampilan / skill yang mampu menghadapi perkembangan zaman " Indikator Visi : a. Unggul dalam kemampuan intelektual b. Unggul dalam keterampilan/skill c. Unggul dalam beraktifitas keagamaan Selengkapnya
Diberdayakan oleh Blogger.

Visi Misi

"Membentuk siswa yang berkwaitas dalam bidang Imtaq dan Iptek serta memenuhi standar pendidikan nasional tertinggi" Indikator Visi : a. Unggul dalam kemampuan intelektual b. Unggul dalam keterampilan/skill c. Unggul dalam beraktifitas keagamaan Selengkapnya

Hubungi

Alamat kontak surat menyurat dan pertanyaan pada MA Madrasah Aliyah MA Al-Khoirot Pondok Pesantren Al-Khoirot dapat melalui alamat-alamat berikut: Alamat Pos MA Madrasah Aliyah Al-Khoirot Jl. KH. Syuhud Zayyadi 01 Karangsuko Selengkapnya

28 April 2011

SIAPA BILANG HADIRNYA FORMAL MADIN TERBENGKALAI ?...

Posted by Madrasah Aliyah On 10.02 No comments


Oleh: Kepala TU MA

ma.alkhoirot.com: Pondok pesantren Al-Khoirot mempunya simbol “Mondok Sambil Sokolah”. Itu artinya Pondok Pesantren Al-Khoirot lebih menekan belajar kepondokan, “ aguk mondukkah tetembeng sekolah formalah `e pekaddek”, artinya, lebih mendahulukan kepentingan kepondokkan dari pada keformalan. dawuh Al-magfurlah Al-marhum KH. Zainal Ali Suyuthi dimasah hidupnya. Arti dari bahasa Madura yang pernah disampaikan almarhum Kyai Ali ( sapaan akrabnya) tersebut merupakan satu kalimat yg terus dipegang dan dikenang agar santri/ siswa lebih menekankan untuk belajar kepondokan dari pada sekolah formal apabila sekiranya merusak atau menguarangi tatanan jadwal kepondokkan.

 Kehadiran sekolah formal ( sekolah dibawah naungan kepemerintahan) MTs dan MA. Al-Khoirot sama sekali tidak mengurangi jadwal kepadatan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM), justru bertamabah, justru kahadiranya suatu kesempatan bagi santri sebagai paduan Ilmu alam dan ilmu ke agamaan.

Judul diatas sengaja dibuat untuk menepis isu pernyataan dari pihak yang kurang paham tentang isi kepadatan jadwal kegiatan belajar mengajar di PP. Al-Khoirot ini.

Seyogyanya jika Mayoritas orang beranggapan demikian, karna pada umumnya Pondok Pesantren yang sudah matang KMB dan system pindidikannya, setelah terselenggaranya sekolah formal salah satu diantara kedua lembaga tersebut ada yang terbengkalai. Artinya, siswa lebih berpihak kesalah satu kepentiagan sehingga meninggalkan kepantingan kependidikan yang lain.

Sangat disayangkan jika seseorang membedakan antara ilmu kuniayah ( ilamu alam ) dan ilmu agama. Padahal  Prof. Dr. Nur Syam, M.Si (My Official Site) dalam situsnya menulis
“Bahwa sesungguhnya kajian tentang ilmu umum dan agama merupakan kajian yang bisa disapakan atau dipertemukan. Kajian ini bisa saling melengkapi dan menunjang.
Karena itu untuk menjelaskan konsep-konsep kealaman tentu dibutuhkan jasa dua ahli sekaligus, yaitu ahli agama yang memahami tentang konsep-konsep kealaman atau ayat-ayat kauniyah dan disisi lain juga diperlukan ahli ilmu kealaman untuk menjelaskannya dari sisi keilmuannya” . http://nursyam.sunan-ampel.ac.id

Siapakah Jabir Ibnu Hayyan, Al-Kindi, Al-Khawarizmi, Al-Razi, Al-Farabi, Ibnu Sina? Mereka adalah bapak kedua setelah ilmuan Yunani Kuno sebelum  masehi  (SM) yakni penemuan ilmu alam yg hingga saat diakui atau tidak diakui kariyanya senantiyasa diabadikan dan dipelajari oleh siswa-siswi dinegara kita, termasuk generasi anak-anak kita.  Abu Hamid Muhammad Ibnu Muhammad Al-Ghazali, yang terkenal dengan hujjatul Islam (argumentator islam) termasuk pernah mendalami filsafat secara otodidak, terutama pemikiran al Farabi, Ibn Sina Ibn miskawih dan Ikhwan Al Shafa. Baca biografi Imam Ghozali

Pemahaman awam  inilah yang sesungguhnya harus dicarikan jalan keluarnya dan bukan tetap pada pendirian bahwa antara ilmu agama dan ilmu umum adalah dua bidang yang tidak saling bertegursapa.

Karena itu pendapat dosen IAIN Sunan Ampel tersebut memerlukan dua ahli, yang sama-sama dibutuhkan pendidikan dipesantren plus sekolah formal.

Akan tetapi, tidak semuanya Pondok Pesantren yang sudah matang meninggalkan ciri khas kepesantrannya, sekolah formal hanya sebagai tambahan yg harus diwajibkan sebagai penyeibang sarana kehidupan dewasa ini, selebihnya kita limpah-ruwahkankan kepada pesantren.

0 komentar:

Poskan Komentar